Tipe Data, Variabel Konstanta, Operator, dan Ekspresi

Tipe Data, Variabel Konstanta, Operator, dan Ekspresi

Setelah mengikuti kegiatan belajar 3 ini siswa diharapkan dapat :

1)   Memahami Tipe Data

2)   Memahami Variabel

3)   Memahami Operator

4)   Memahami Ekspresi

 

  1. F. Uraian Materi

Tipe Data, Variabel Konstanta, Operator, dan Ekspresi

Variabel, konstanta dan tipe data merupakan tiga hal yang akan selalu kita jumpai ketika kita membuat program. Bahasa pemrograman apapun dari yang paling sederhana sampai yang

paling kompleks, mengharuskan kita untuk mengerti ketiga hal tersebut.

 

  1. 1. Tipe Data

Tipe data adalah jenis data yang dapat diolah oleh komputer untuk memenuhi kebutuhan

dalam pemrograman komputer.

 

Setiap  variabel  atau  konstanta yang  ada  dalam  kode  program,  sebaiknya  kita tentukan dengan pasti tipe datanya. Ketepatan pemilihan tipe data pada variabel atau konstanta akan sangat menentukan pemakaian sumberdaya komputer (terutama memori komputer). Salah satu tugas penting seorang programmer adalah memilih tipe data yang sesuai untuk menghasilkan program yang efisien dan berkinerja tinggi.

 

Ada banyak tipe data yang tersedia tergantung jenis bahasa pemrograman yang dipaka i. Namun secara umum dapat dikelompokkan seperti pada Gambar dibawah ini

 

 

Ada 2 jenis tipe data :

  1. 1. Tipe data primitive adalah tipe data dasar yang tersedia secara langsung pada suatu bahasa pemrograman.
  2. 2. Tipe data composite adalah tipe data bentukan yang terdiri dari dua atau lebih tipe data primi

 

 

Tipe data numeric

Tipe data numeric digunakan pada variabel atau konstanta untuk menyimpan nilai dalam

bentuk bilangan atau angka. Semua bahasa pemrograman menyediakan tipe data numeric, hanya berbeda dalam jenis numeric yang diakomodasi.

 

Jenis yang termasuk dalam tipe data numeric antara lain :

  1. 1. integer (bilangan bulat)
  2. 2. float (bilangan pecahan).
  3. 3. tipe data Single adalah tipe data untuk bilangan pecahan dengan presisi yang terbatas
  4. 4. Tipe data Double adalah tipe data untuk bilangan pecahan dengan presisi yang lebih akura

 

Penentuan  tipe  data  numeric untuk  suatu  variabel/konstanta harus  sangat berhati-hati. Manual dan petunjuk pada masing-masing bahasa pemrograman pada bagian tipe data harus diperhatikan dengan seksama.

 

Tipe data Ukuran memori Jangkuan nilai Jumlah Digit
Char 1 Byte -128 s.d 127  
Int 2 Byte -32768 s.d 32767  
Short 2 Byte -2,147,435,648 s.d 2,147,435,647  
Long 4 Byte -2,147,435,648 s.d 2,147,435,647  
Float 4 Byte 3.4 x 10-38 s.d 3.4 x 10+38 5–7
Double 8 Byte 1.7 x 10-308 s.d 1.7 x 10+308 15 – 16
Long Double 10 Byte 3.4 x 10-4932 s.d 1.1 x 10+4932 19

Tipe Data Tambahan, yang dimiliki oleh Bahasa C/C++, adalah :

Unsigned digunakan bila data yang digunakan hanya data yang positif saja

Tipe Data Jumlah Memori Jangkauan Nilai
Unsigned Integer 2 Byte 0 – 65535
Unsigned Character 1 Byte 0 – 255
Unsigned Long Integer 4 Byte 0 – 4,294,967,295

 

Tipe Data Tambahan

 

 

 

 

 

 

Contoh program bahasa C

//Contoh program tipe data

//Nama Programmer : ……….

#include “stdio.h”

#include “conio.h”

int main()

{

int x;

float y;

char z;

 

double w;

 

x = 10;

y = 9.45;

z = ‘C’;

w = 3.45E+20;

printf(“Nilai dari x adalah : %i\n”, x);

printf(“Nilai dari y adalah : %f\n”, y); printf(“Nilai dari z adalah : %c\n”, z); printf(“Nilai dari w adalah : %lf\n”, w); getch();

}

 

Dalam bahasa C terdapat lima tipe data dasar, yaitu :

  1. 1. char format penulisan :      %c
  2. 2. int format penulisan :      %i, %d
  3. 3. float format penulisan :      %f
  4. 4. double format penulisan :      %lf
  5. 5. void tidak bertipe

 

  1. 2. Variabel

Variabel  adalah  tempat  dimana  kita  dapat  mengisi  atau  mengosongkan  nilainya  dan

memanggil kembali apabila dibutuhkan. Setiap variabel akan mempunyai nama (identifier)

dan nilai.

Contoh Nama variabel dan nilai.

username = “joni”

Nama = “Udin”

Harga = 2500

HargaTotal = 34000

 

Pada sebagian besar bahasa pemrograman, variabel harus dideklarasikan lebih dulu untuk mempermudah compiler bekerja. Apabila variabel tidak dideklarasikan maka setiap kali compiler bertemu dengan variabel baru Pemberian nama variabel harus mengikuti aturan yang ditetapkan oleh bahasa pemrograman yang kita gunakan. Namun secara umum ada aturan yang berlaku untuk hampir semua bahasa pemrograman. Aturan -aturan tersebut yaitu :

 Nama variabel harus diawali dengan huruf.

 Tidak  boleh  menggunakan  spasi  pada  satu  nama  variabel.  Spasi  bisa  diganti  dengan karakter underscore (_).

 Nama variabel tidak boleh mengandung karakter-karakter khusus,seperti : .,+, -, *, /, <, >,

&, (, ) dan lain-lain.

 Nama variabel tidak boleh menggunakan kata-kata kunci d bahasa pemrograman

 

Penamaan yang benar Penamaan yang salah
namasiswa

XY12

nama siswa (salah karena menggunakan spasi)

12X (salah karena dimulai dengan angka)

harga_total harga.total (salah karena menggunakan karakter)

 

Contoh penamaan variabel

 

 

JenisMotor Jenis Motor (salah karena menggunakan spasi)
alamatRumah for (salah karena menggunakan kata kunci bahasa

pemrograman)

 

Jenis-jenis Variabel

1)   Variabel Numerik

Variabel numerik ini dibagi menjadi menjadi 3 (tiga) macam :

 Bilangan Bulat

 Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal atau Floating Point.

 Bilangan Desimal Berpresisi Ganda atau Double Precision.

2)   Variabel Text

 Character ( Karakter Tunggal )

 String ( Untuk Rangkaian Karakter )

 

Deklarasi Variabel

Penjelasan

Adalah proses memperkenalkan variabel kepada bahasa C/C++ dan pendeklarasian tersebut

bersifat mutlak karena jika tidak diperkenalkan terlebih dulu maka bahasa C/C++ tidak menerima variabel tersebut. Deklarasi Variabel ini meliputi tipe variabel, seperti : integer atau character dan nama variabel itu sendiri. Setiap kali pendeklarasian variabel harus diakhiri oleh tanda titik koma ( ; ).

Bentuk penulisannya:

 

 

Contoh Deklarasi

Tipe data nama variabel;

 

 

char nama_siswa;

char grade;

float rata_rata ;

int nilai;

 

 

 

 

 

  1. 3. Konstanta

Konstanta  adalah  variabel yang nilai  datanya bersifat tetap  dan  tidak bisa diubah. Jadi konstanta adalah juga variabel bedanya adalah pada nilai yang disimpannya. Jika nilai datanya sepanjang program berjalan tidak berubahubah, maka sebuah varibel lebih baik diperlakukan sebagai konstanta.

 

Sebagai  contoh, jika kita membuat program perhitungan matematik yang menggunakan nilai pi (3.14159) yang mungkin akan muncul dibanyak tempat pada kode program, kita dapat membuat pi sebagai konstanta. Penggunaan konstanta pi akan lebih memudahkan penulisan kode program dibanding harus mengetikkan nilai 3.14159 berulang-ulang.

 

Penggunaan tipe data numeric.

Kode Program A                                                 Hasil eksekusi Program A

#include “stdio.h”                                               X =12

Y =2.15

int main() {                                                           Z =25 int x, z;

float y;

 

x = 12;

y = 2.15;

z = x * y;

cout << “X =” << x << endl; cout << “Y =” << y << endl; cout << “Z =” << z << endl; return 0; }

 

Kode Program B                                                  Hasil eksekusi Program B

#include <iostream>                                          X =12

using namespace std;                                        Y =2.15

int main() {                                                           Z =25.8 int x;

float y, z;

x = 12.8;

y = 2.15;

z = x * y;

cout << “X =” << x << endl;

cout << “Y =” << y << endl;

cout << “Z =” << z << endl;

return 0; }

 

 

 

Kode Program C                                                  Hasil eksekusi Program C

#include <iostream>                                          X =12

using namespace std;                                        Y =2.15

int main() {                                                           Z =25.8

int x; float y, z; x = 12;

y = 2.15;

z = x * y;

cout << “X =” << x << endl; cout << “Y =” << y << endl; cout << “Z =” << z << endl; return 0; }

 

Selain itu, bahasa C juga menyediakan beberapa karakter khusus yang disebut karakter escape, antara lain :

 \a : untuk bunyi bell (alert)

 \b : mundur satu spasi (backspace)

 \f : ganti halaman (form feed)

 \n : ganti baris baru (new line)

 \r : ke kolom pertama, baris yang sama (carriage return)

 \v : tabulasi vertical

 \0 : nilai kosong (null)

 \’ : karakter petik tunggal

 \” : karakter petik ganda

 

 \\ : karakter garis miring

 

Character

Bersama dengan  tipe data numeric, character merupakan  tipe data yang paling banyak

digunakan. Tipe data character kadang disebut sebagai char atau string. Tipe data string hanya dapat digunakan menyimpan teks atau apapun sepanjang berada dalam tanda petik

dua (“…”) atau petik tunggal (‘…’). Perhatikan contoh berikut.

 

 

Contoh  Deklarasi tipe data

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Boolean

Tipe  data  Boolean  digunakan  untuk  menyimpan  nilai  True/False  (Benar/Salah).  Pada

sebagian besar bahasa pemrograman nilai selain 0 menunjukkan True dan 0 melambangkan

False.  Tipe  data  ini  banyak  digunakan  untuk  pengambilan   keputusan  pada  struktur

percabangan dengan IF … THEN atau IF … THEN … ELSE.

 

Contoh :

Program Pascal

If Nilai >= 60 Then

writeln(‘Lulus Ujian’);

 

Else

 

End if

Writeln(‘Tidak lulus’);

 

 

Array

Array atau sering disebut sebagai larik adalah tipe data yang sudah terstruktur dengan baik,

meskipun  masih  sederhana. Array mampu  menyimpan  sejumlah  data dengan  tipe yang sama (homogen) dalam sebuah variabel. Setiap lokasi data array diberi nomor indeks yang berfungsi sebagai alamat dari data tersebut.

 

Contoh: Penggunaan Array Var

X: array[1..100] of integer;

Cara mengisi data pada elemen larik dalam pemrograman adalah seperti contoh berikut :

X[1]:= 4; X[2]:= 3;

X[3]:= 2; X[4]:= 1;

 

Record atau Struct

Seperti  halnya  Array,  Record  atau  Struct  adalah  termasuk  tipe  data  komposit.  Record

dikenal dalam bahasa Pascal/Delphi sedangkan Struct dikenal dalam bahasa C++. Berbeda dengan array, tipe data record mampu menampung banyak data dengan tipe data berbeda – beda (heterogen).

 

Sebagai ilustrasi array mampu menampung banyak data namun dengan satu tipe data yang sama, misalnya integer saja. Sedangkan dalam record, kita bisa menggunakan untuk menampung banyak data dengan tipe data yang berbeda, satu bagian integer, satu bagian lagi character, dan bagian lainnya Boolean. Biasanya record digunakan untuk menampung data suatu obyek. Misalnya, siswa memiliki nama, alamat, usia, tempat lahir, dan tanggal lahir.  Nama  akan  akan  menggunakan  tipe  data  string,  alamat  bertipe  data  string,  usia bertipe data single (numeric), tempat lahir bertipe data string dan tanggal lahir bertipe data date.

 

 

Image

Image atau gambar atau citra merupakan tipe data grafik

 

 

Date Time

Nilai data untuk tanggal (Date) dan waktu (Time) secara internal disimpan dalam format

yang spesifik. Variabel atau konstanta yang dideklarasikan dengan tipe data Date dapat

digunakan  untuk  menyimpan  baik  tanggal  maupun  jam.  Tipe  data  ini  masuk  dalam kelompok tipe data composite karena merupakan bentukan dari beberap a tipe data.

 

Berikut ini contoh tipe data dalam Visual Basic.

Dim WaktuLahir As Date WaktuLahir = “01/01/1997” WaktuLahir = “13:03:05 AM”

WaktuLahir = “02/23/1998 13:13:40 AM”

WaktuLahir = #02/23/1998 13:13:40 AM#

 

 

Subrange

Tipe data subrange merupakan tipe data bilangan yang mempunyai jangkauan nilai tertentu

sesuai dengan yang ditetapkan programmer. Biasanya tipe data ini mempunyai nilai batas minimum  dan nilai batas maksimum. Tipe data ini didukung dengan  sangat baik dalam Delphi.

 

Berikut ini contoh deklarasi tipe data subrange dalam Delphi.

Type

 

 

 

 

Var

BatasIndeks = 1..20

RentangTahun = 1950..2030

 

Indeks : BatasIndeks

Tahun : RentangTahun

 

 

Enumerasi

Tipe data ini merupakan tipe data yang mempunyai elemen-elemen yang harus disebut satu

persatu dan bernilai konstanta integer sesuai dengan urutannya. Nilai konstanta integer

 

elemen ini diwakili oleh suatu nama variable yang ditulis di dalam kurung. Tipe data ini juga dijumpai pada Delphi dan bahasa pemrograman deklaratif seperti SQL.

 

 

Berikut ini contoh deklarasi tipe data enumerasi dalam Delphi.

Type

 

 

 

 

 

Var

Hari_dlm_Minggu = (Nol, Senin, Selasa, Rabu,Kamis, Jumat, Sabtu,Minggu) Nama_Bulan = (Nol, Januari, Pebruari, Maret,April, Mei, Juni, Juli,Agustus, September, Oktober, Nopember, Desember)

 

No_Hari : Hari_dlm_Minggu

No_Bulan : Nama_Bulan

 

 

Object

Tipe data object digunakan untuk menyimpan nilai yang berhubungan dengan obyek-obyek

yang disediakan oleh Visual Basic, Delphi dan dan bahasa pemrograman lain yang berbasis GUI. Sebagai contoh, apabila kita mempunyai form yang memiliki control Command button yang kita beri nama Command1, kita dapat mendeklarasikan variabel sebagai berikut :

 

Contoh Penggunaan tipe data object.

Dim A As CommandButton

Set A = Command1

A.Caption = “HEY!!!”

A.FontBold = True

 

  1. 4. Operator

Operator  merupakan  simbol  atau  karakter  yang  biasa  dilibatkan  dalam  program  untuk

melakukan sesuatu operasi atau manipulasi, seperti penjumlahan, pengurangan dan lain

lain.

 

Operator mempunyai sifat sebagai berikut :

Unary

Sifat Unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi

aritmatik

Contoh : -5

Binary

Sifat  Binary  pada  operator  adalah  melibatkan  dua  buah  operand  pada  suatu  operasi

aritmatik

Contoh : 4 + 8

Ternary

Sifat  Tenary  pada  operator  adalah  melibatkan  tiga  buah  operand  pada  suatu  operasi

aritmatik

Contoh : (10 % 3) + 4 + 2

 

Operator Aritmatika

Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah :

Operator Keterangan Contoh
* Perkalian 4 * 5

 

Tabel Operator Aritmatika

 

 

/ Pembagian 8 / 2
% Sisa Pembagian 5 % 2
+ Penjumlahan 7 + 2
Pengurangan 6 – 2

 

Operator Keterangan Contoh
+ Tanda Plus 5
/ Tanda Minus +6

 

Tabel Operator Unary

 

 

 

 

 

 

 

//Contoh penggunaan Operator Aritmatika

//Nama programmer :…….

#include “stdio.h”

#include “conio.h” int main()

{

printf(“Nilai dari 9 + 4 = %i\n”, 9 + 4); printf(“Nilai dari 9 – 4 = %i\n”, 9 – 4); printf(“Nilai dari 9 * 4 = %i\n”, 9 * 4); printf(“Nilai dari 9 / 4 = %i\n”, 9 / 4); printf(“Nilai dari 9 % 4 = %i\n”, 9 % 4); getch();

}

 

/* Penggunaan operator untuk mencetak deret bilangan genap antara 1 – 100 */

//Nama programmer :…….

#include “conio.h”

#include “stdio.h”

int main()

{

int bil;

for (bil=1; bil<100; bil++)

{

if(bil%2==0)

printf(“%5.0i”, bil);

}

getch();

}

 

Operator Penambah dan Pengurang

Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai, Bahasa C menyediakan operator penambah

dan pengurang. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang.

 

Tabel Operator Penambah dan Pengurang

 

 

Operator Keterangan
++ Penambahan
Pengurangan

 

A = A + 1 atau A = A – 1; disederhanakan menjadi :

A += 1 atau A -= 1; masih dapat disederhanakan menjadi A ++ atau A–

Notasi “ ++ “ atau “ — “ dapat diletakan didepan atau di belakang variabel

 

Contoh : A ++ atau ++A / A– atau –A

Kedua bentuk penulisan notasi ini mempunyai arti yang berbeda.

Jika diletakan didepan variabel, maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini, sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan, sedangkan

Jika diletakan dibelakang variabel, maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini  dijumpai  atau nilai  variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan.

 

/* Penggunaan Notasi Didepan Variabel*/

// nama programmer :…..

#include <stdio.h>

#include <conio.h>

int main()

{

int a = 10, b = 5;

 

printf(“Nilai   A   = %d”, a); printf(“\nNilai ++A  = %d”, ++a); printf(“\nNilai A   = %d”, a); printf(“\nNilai B    = %d”, b); printf(“\nNilai –B  = %d”, –b); printf(“\nNilai B    = %d”, b); getch();

}

 

Output :

Nilai A              = 10

Nilai ++A          = 11

Nilai A              = 11

Nilai B               = 5

Nilai –B            = 4

Nilai B               = 4

 

/* Perbedaan operator peningkatan ++ yang diletakkan di depan dan dibelakang operand */

//Nama programmer :……

#include <stdio.h>

#include <conio.h>

int main()

{

 

int x, nilai;

x = 5;

nilai = ++x;                                               /* berarti x = x + 1; nilai = x; */

printf(“nilai = %d, x = %d\n”, nilai, x);

nilai = x++;                                               /* berarti nilai = x; nilai = x + 1; */

printf(“nilai = %d, x = %d\n”, nilai, x);

getch();

}

 

Outputnya : nilai = 6, x = 6 nilai = 6, x = 7

 

/*Contoh ke-2 operator peningkatan unary */

//Programmer :……

#include “stdio.h”

#include “conio.h” int main()

{

int b, nilai;

b = 15;

nilai = –b;                           /* berarti b = b – 1; nilai = b; */

printf(“nilai = %d, b = %d\n”, nilai, b);

nilai = b–;                            /* berarti nilai = b; b = b + 1; */

printf(“nilai = %d, b = %d\n”, nilai, b);

getch();

}

 

 

 

Ouputnya :   nilai = 14, b= 14 nilai = 14, b=13

 

 

  1. 5. Komentar Program

Komentar  program  hanya  diperlukan  untuk  memudahkan  pembacaan  dan  pemahaman

suatu  program  (untuk  keperluan  dokumentasi  program).  Dengan  kata  lain,  komentar program  hanya  merupakan  keterangan  atau  penjelasan  program.  Untuk  memberikan

komentar   atau   penjelasan   dalam   bahasa   C   digunakan   pembatas   /*   dan   */   atau menggunakan  tanda  //  untuk  komentar  yang  hanya  terdiri  dari  satu  baris.  Komentar program tidak akan ikut diproses dalam program (akan diabaikan).

Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *